Sebuah Renungan

Puisi – Jikustik

Aku yang pernah engkau kuatkan
Aku yang pernah kau bangkitkan
Aku yang pernah kau beri rasa

Saat ku terjaga
Hingga ku terlelap nanti
Selama itu aku akan selalu mengingatmu

Reff:
Kapan lagi kutulis untukmu
Tulisan-tulisan indahku yang dulu
Pernah warnai dunia
Puisi terindah ku hanya untukmu

Mungkinkah kau kan kembali lagi
Menemaniku menulis lagi
Kita arungi bersama
Puisi terindahku hanya untukmu

Entahlah beberapa hari ini, aku menangis saat aku membaca ataupun aku mendengarkan lagu ini. Aku mengingat kembali betapa perihnya ketika aku menyakiti hatinya dan hingga kini ia tak bisa memaafkan diriku sampai kapan.

Seandainya ia masih mau menyisakan sedikit waktu untukku menjelaskan semua masalahnya hingga selesai. Aku berharap sebelum semuanya terlambat, aku bisa bertemu dengannya.

Sampai sekarang aku tetap mencintainya dan menyayanginya apa adanya dan aku tetap mencintainya meskipun aku telah membuat dia terluka dan pastinya takkan memafkan diriku lagi.

Tanggapi posting ini