Di Ufuk Senja

Entah beberapa hari belakangan ini, aku seneng banget dengerin sebuah lagu Jepang yang cukup lama – bahkan  sangat lama- menurutku. Sebuah lagu yang dibawakan oleh 小田和正 (lihat dan dengarkan lagu di http://uk.youtube.com/watch?v=X6CUzOQIkV0) dengan judul lagu さよなら. Kalau dengerin lagu ini, kenapa airmata ini jauh, tanpa terasa kapan airmata itu ada. Kalau dengerin lagu ini, aku jadi teringat dia. Dia yang hatinya aku cintai dan Dia pulalah yang hatinya aku lukai.

Andaikan saja dia sempat membaca tulisan ini ku ini dan juga sambil mendengarkan lagu diatas. Aku berharap dia bisa mengerti dan memahami apa yang ada dan apa yang telah terjadi sebelumnya.

Tiba-tiba aku teringat akan sebuah film indonesia yang berjudul “Brownies” didalam salah satu adegan di film itu, Saat Are mengatakan “Cinta itu memberi dan mengerti tanpa keinginan untuk diberi dan dimengerti”.

Hatiku begitu perih dan juga menangis mengingat betapa aku telah begitu banyak menyakiti hatinya dan mungkin tak pernah dia maafkan. Selama ini pula aku tak pernah memberi dan mengerti dia.  Sebuah penyesalan yang begitu mendalam dan juga membuat terpuruk. Mungkin suatu saat nanti, apabila aku bertemu dengan dia, apakah dia akan memaafkan dan juga menemerimaku seperti dahulu kala.

Kekasih, andai saja kau disini dan mau mendengarkan penjelasan yang ada dihati ini. Mungkinkah hatimu akan memaafkan diriku selamanya. Merajut benang cinta yang terputus ini kembali menyambung.  Apakah dirimu mungkin akan menerima diriku yang akan lebih mengerti dan menyayangi dirimu dan takkan membuat dirimu terluka seperti ini lagi. Kekasih, andai saja kau mempunyai waktu untuk kita  saling bicara dan membuka hati ini.

Kekasih, adakah maaf untuk diriku ini.   

Kekasih, di ufuk senja ini aku selalu menunggu. Tempat dimana kita menghabiskan waktu berdua berbagi cerita kita berdua, tanpa mengenal waktu. 

Kekasih,  aku menunggumu disini.

Tanggapi posting ini