YOGYAKARTA, SABTU–Kirab budaya dalam rangka ’Tingalan Dalem Tumbuk Kaping 9’ Adipati Puro Pakualaman Sri Pakua Alam (PA) IX (ulang tahun ke-72), Sabtu petang, menampilkan seluruh koleksi Kereta Pusaka milik Keraton Yogyakarta dan Puro Pakualaman.
Ritual budaya tersebut mampu menarik perhatian ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya untuk menyaksikan prosesi di sepanjang jalur yang dilalui. Selain itu pawai kebudayaan tersebut juga mampu menarik minat sejumlah wisatawan asing yang sedang berkunjung ke Kota Yogyakarta.
Prosesi kirab diawali dari Puro Pakualaman dengan menempuh rute jalan Kusumanegara, jalan Gadjah Mada, jalan Gayam, jalan Kenari, jalan Cendana, jalan Kusumanegara dan kembali ke Puro Pakualaman. Pada barisan pertama atau pembuka jalan kirab dipimpin ’Pasukan Gajah’ yang mengendarai empat ekor gajah, kemudian diikuti ’Manggala Yudha’ yang dipercayakan kepada kerabat Puro Pakualaman BRMH Hario Danardono.
Barisan berikutnya diikuti ’Prajurit Lombok Abang’ dengan 40 orang pasukan yang mengawal deretan Kereta Pusaka mulai dari Kereta Kyai Manik Brojo. Kereta yang ditarik dua ekor kuda besar ini merupakan Kereta Pusaka Puro Pakualaman.
Selanjutnya Kereta Kyai Rejo Pawoko milik Keraton Yogyakarta yang ditarik dua ekor kuda serta Kereta Nyai Roro Kumenyar milik Puro Pakualaman yang ditarik empat ekor kuda. Selanjutnya Kereta Kyai Puspoko Manik milik Keraton Yogyakarta dengan dua ekor kuda penarik, Kereta Kyai Kus Gading milik Kraton Yogyakarta dengan dua kuda penarik dan Kereta Kyai Kuthoko Harjo milik Keraton Yogyakarta dengan dua ekor kuda penarik. Disusul oleh Kereta Kyai Kus No.10 dengan dua ekor kuda penarik dan Kereta Kyai Rejo Pawoko.
Setelah deretan Kereta Pusaka, barisan kirab diikuti ’Pandhega Manggala’, Kereta Pesiar Sentana A dan Kereta Pesiar Sentana B yang dikawal ’Prajurit Plangkir’ dengan kekuatan 40 pasukan serta Pasukan Kavaleri dengan enam pasukan.
Pada barisan berikutnya diikuti kesenian Liong Samsi, Ho Hap Hwe, Paguyuban Ontel Pojok Yogyakarta (klub pecinta sepeda tua), Bergodo Prajurit Tambak Yudho dari Depok Kabupaten Sleman, Komunitas Gayam 16 Yogyakarta, Taman Muda Tamansiswa Yogyakarta dan SD Kanisius Gayam.
Kemudian diikuti kesenian dari Kantor kecamatan Pakualaman, ’Thek-thek’ Kelurahan Gunung Ketur, SDN Pura I dan SDN Puro II, SDN Gedongkuning dan SDN Ungaran I Yogyakarta. (ANT)