Berita ini aku temukan secara tidak sengaja saat aku menelusurin google.co.id. Sebuah berita duka dari SMA Negeri 4 Bogor, sekolah tempat ku menempuh pendidikan dulu. Selamat membaca.
* * *
Bogor, Kompas.com - Yohana (16), siswi kelas satu Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Bogor, ditemukan tewas mengenaskan di Sungai Cibatok di Kampung Kandang Sapi, Kelurahan Bondongan, Kota Bogor, Sabtu (27/10) sekitar pukul 08.00.
“Berdasarkan pemeriksaan awal terhadap fisik korban dan lokasi temuan jasadnya, diduga siswi SMA itu korban pembunuhan,” kata Kepala Kepolisian Sektor Kota Bogor Selatan Ajun Komisaris Alfred R Sianipar.
Korban yang dikenal sebagai siswi pandai di sekolahnya itu ditemukan masih mengenakan busana lengkap, yakni kaus berwarna biru dan celana jeans biru. Bagian muka kanan korban luka terbuka dan memar, seperti bekas pukulan benda tumpul. Kepala belakang korban juga terluka.
Yohana tinggal bersama ibu kandungnya, Nyonya Wawah (35), di rumah kontrakan di Kampung Cipinang Gading, Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan. Ia sejak Kamis malam tidak pulang ke rumah. Wawah sempat mencari-cari anak sulungnya itu sejak Jumat pagi.
Saat ditemui di ruang tunggu Bagian Forensik Rumah Sakit PMI Bogor, Sabtu, Wawah sangat terpukul dan menangis.
“Kami mencari-cari Yohana sejak Jumat pagi. Ibunya sangat khawatir, terutama setelah menemukan surat tulisan Yohana di kamarnya. Suratnya berisi keluh kesah karena merasa hidupnya tak beruntung,” kata Nyonya Yayah (55), teman Wawah.
“Saya bertemu kakak terakhir Kamis sore. Ia pergi dengan Kak Ali. Saya tidak ikut kakak karena ikut mama kebaktian di gereja,” kata Daniel (9), adik Yohana.
Ali (20) sudah dibawa polisi ke kantor Polsekta Bogor Selatan untuk dimintai keterangan. Menurut Alfred Sianipar, Ali diperiksa sebagai saksi yang terakhir melihat korban dalam keadaan hidup. Sebelum Ali mengikuti polisi, ia sempat membenarkan, Kamis sore pergi bersama Yohana.
“Saya hanya mengantarnya ke Mal BTM. Sampai di sana Yohana menyuruh saya pulang. Ia mengaku akan bertemu teman prianya,” tutur Ali.
Gigi gingsul
Identitas korban dengan cepat terungkap setelah Lisana (35), anak Yayah, pada Sabtu pagi melihat kerumunan orang di tepi sungai menonton temuan mayat. Karena banyak yang melihat, ia mengurungkan niatnya. Dua jam jam kemudian, saat lewat di lokasi penemuan mayat, evakuasi ternyata belum selesai.
“Kebetulan saya kenal dua polisi yang sedang berada di tempat itu. Dari mereka saya mendapat info ciri-ciri korban, di antaranya gigi depan tidak rata, gingsul,” kata Lisana.
Pemuda itu lalu pergi. Di Jalan Pemuda, ia bertemu dengan Yayah dan Wawah, yang tengah mencari Yohana. Lisana lalu segera mengantar mereka ke RS PMI setelah mendengar gigi Yohana tidak rata. Wawah histeris saat mengenali jasad yang ditemukan di Sungai Cibatok itu memang anak sulungnya. (RTS)